Kamis, 03 Juli 2014

Andai Mamak Tau..

Diposting oleh ayuandita di 02.11
Dear, mamak..
maafkan anakmu yang jauh dari rumah ini, Mak..
anakmu tak bisa hidup sehemat yang kau inginkan..
Andai mamak tau, anakmu ini sudah bersusah payah menghemat uang kiriman yang semakin bulan semakin kau kurangi jumlahnya. Tapi, apalah daya mak. Kebutuhan di sini jauh lebih besar, anakmu ini tinggal sendiri mak. haruslah memikirkan bagaimana makan hari ini, apalagi untuk makan esok. anakmu ini tinggal sendiri mak. haruslah memikirkan untuk membeli sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampo, handbody agar terlihat lebih putih, bedak agar muka anakmu ini tak begitu pucat, atau minyak wangi agar anakmu tidak lagi jadi anak yang bau. anakmu ini jauh dari pantauanmu, mak.
Andai mamak tau, anakmu menghabiskan uang hanya untuk tugas, kertas-kertas yang harus di isi tinta print, untuk biaya ke warnet jika wifi di kost mulai ngadat. anakmu juga harus membayar uang seminar yang diadakan kampus seminggu sekali mak, dan itu berat bagi anak kost seperti anakmu ini. aku tau mak, kini keluarga kita mulai krisis keuangan, maka dari itu anakmu berjualan, dan andai mamak tau, anakmu tidak pandai berjualan. terjadilah kerugian yang besar mak, sangat parah. anakmu harus menanggung resiko yang datang terlalu awal. kini pula tugas anakmu haruslah mengeluarkan biaya yang besar, untuk itu anakmu harus mengorbankan uang makan yang mamak kirimi setiap bulan.
Andai mamak tau, tulisan ini bukan untuk minta dikasihani, hanya saja semoga mamak mengerti kenapa anakmu selalu mengeluh kehabisan uang. Mak, 100ribu tak bertahan dalam seminggu. 4hari saja mungkin sudah habis, tak masuk dalam tugas. Memang benar mak, uang kuliah dan kost dibiayai oleh pemerintah tapi taukah mamak tetek bengek yang lebih besar daripada itu? kita harus membayarnya sendiri mak. apalagi jika anakmu harus ada tugas yang mengharusnya anakmu keluar dari area kost. anakmu harus sewa kendaraan bermotor mak, dan lagi uang yang keluar. anakmu pernah tak makan 2hari mak, hanya memperbanyak air mineral masuk ke dalam perut. tak apa, Mak. asal jangan tugas yang tak ku kerjakan. aku hanyalah anak beasiswa, yang tak boleh terlalu sering senang-senang, yang harus selalu mencapai IPK di atas 3, yang harus selalu mengerjakan tugas, mak !
Mak, sudah 3hari ini aku tak tidur di kost. anakmu pusing memikirkan bagaimana caranya bekerja sembari kuliah. sedang penyakit anakmu semakin menjadi-jadi. mungkin, dalam pikiran teman-temanku aku sedang bersenang-senang di luar, tapi itulah yang tak kalian tau mak. anakmu mengerjakan tugas yang terkendala, mencari pekerjaan yang pas untuknya, menenangkan pikiran. Mak, anakmu hampir saja bunuh diri. anakmu stres harus jauh darimu mak. anakmu sakit harus hidup sendiri mak.
Mak, maaf aku harus mengeluh hanya padamu. bukan aku tak mau mengeluh pada bapak, anakmu tau bapak yang punya uang. tapi, persetujuan mamak lebih penting. anakmu hanya ingin mamak tau, setelah itu mamak bisa jadi penyambung lidah pada bapak. jelas bapak akan mengerti, mak. bapak pun pernah merantau dan kuliah. tapi, jaman sudah berbeda. saat anakmu ini kuliah, biaya hidup lebih mahal.
Andai mamak tau, anakmu baru saja krisis uang lagi.
dan tak tau harus menjual barang yang mana lagi.
kiriman mamak kemarin sudah kutabung, aku ingin beli baju lebaran mak. barang satu atau dua saja :')
anakmu sayang sekali pada mamak..
mengertilaaaah, mak..

0 komentar:

Posting Komentar

 

a y u V a n d i t a Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review