Kamis, 27 Februari 2014

warung dan manusia-manusia aneh

Diposting oleh ayuandita di 19.49


Kemarin, aku makan di sebuah warung makan. Ramai pengunjung. Mereka tak kehabisan makanan. Mereka juga tak pernah kehabisan pengunjung. Warung makan yang buka pukul 7 pagi dan tutup jam 6 sore ini menyediakan beragam makanan. Aku suka semua makanan yang ada di sana, tapi hanya beberapa saja yang sering ku makan. Aku terlalu memikirkan kantong dompetku, setidaknya membantu agar aku tak makan terlalu banyak.

Kemarin, sekitar pukul 3 sore, aku dan temanku makan di warung itu. Seperti biasa, sarapan kami selalu lebih lambat dari orang-orang. Entahlah, mungkin kami tidak menyukai hal yang berbau mainstream (?) hahaha.. Aku duduk selalu membelakangi cahaya. Seperti biasa, setelah mengambil menu makanan dan membayar, aku duduk lebih dulu dibanding temanku. Seperti biasa, kami selalu minum ‘es teh’ setiap kali makan di sana.
Semua berjalan seperti biasa, temanku masih sama lambatnya makan daripada aku. Seperi biasa, aku selalu berdo’a sebelum menyantap makananku. Dan seperti biasa, kami selalu melihat ragam tingkah orang-orang yang makan di warung itu. Dan aku tentunya, sedikit merasa lucu melihat setiap tingkah mereka. Tapi, kemarin adalah hal yang banyak membuatku terdiam setelah melihat tingkah masing-masing pengunjung yang beragam. Menarik kataku. 

Ada dua pria di ujung sana, mereka tampan dan berbadan bagus. Mereka terlihat seperti pasangan. Ada yang selalu berbicara, dengan tangan sedikit gemulai. Tapi, dia berwajah tampan. Oh mungkinkah sekarang pria tampan lebih banyak berpasangan dengan pria tampan pula? Dan di depanku ada seorang wanita dengan nasi merah, jus, laptop di depan nya. Mungkin ia sedang diet, atau agar piring terlihat lebih menarik? Dia terlihat aneh. Entahlah, aku tidak menghiraukan dia terlalu banyak. Aku juga merasa terganggu dengan percakapan beberapa pria dan wanita di belakangku. Segerombolan tidak penting, kataku. 

Aku sudah menghabiskan makanan lebih dulu, seperti biasa. Kemudian aku menyelesaikan bacaanku, sambil mendengarkan beberapa percakapan dari orang di sekitarku. Hari itu, adalah hari yang tidak pernah aku suka. Aku masih mengerti jika seorang pria menjadi gay. Aku hanya tidak menyukai pria yang berdandan seperti wanita. Mereka boleh gemulai, mereka juga boleh berlagak seperti wanita, tidak masalah jika sifat mereka seperti wanita. Tapi, jika sudah berdandan memaksakan diri untuk menjadi seorang wanita aku tidak suka. Dengan dandanan serba menor, dengan baju serba glamor, dengan beberapa alat musik dan suara yang tidak enak di dengar. Ya, pengamen banci itu membuat mood ku berantakan. Mungkin aku bukan hanya tidak suka, bahkan menjadi takut.
Sepertinya kami harus menyudahi waktu makan kami di warung itu. Kami pulang, dan aku masih gemetaran, masih memikirkan beberapa orang yang kulihat hari ini. Semoga tidak nanti lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

 

a y u V a n d i t a Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review